Minggu, 05 Januari 2014

Kumpulan Tugas Mikroposesor

Kumpulan Tugas Mikroposesor


Nama : Arif Hidayattuloh
NIM: 11.11.2411
Kelas: TI 11 B 
 
 
Tugas 2 :  Makalah

Senin, 30 Desember 2013

Tugas Mikroprosesor




MAKALAH MIKROPROSESOR
“RANCANGAN PEMBUATAN PINTU OTOMATIS SATU ARAH

BERBASIS MIKROKONTROLER ATMega 8535

MENGGUNAKAN DOUBLE IR”








 



















Disusun oleh:


ARIF HIDAYATTULOH

11.11.2411
TI 11 B






TEKNIK INFORMATIKA
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM
PURWOKERTO
2013
 







BAB I

PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang Masalah

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin pesat, kebutuhan akan efektifitas dan efisiensi sangat diutamakan dalam berbagi bidang. Hal tersebut telah mendorong manusia untuk berkreasi dan berinovasi dalam bidang teknologi untuk menciptakan suatu alat yang lebih efektif dan efisien.


Perkembangan teknologi saat ini dapat dilihat sudah banyak alat yang diciptakan supaya memberikan kemudahan pada masyarakat dalam melaksanakan pekerjaan. Contohnya untuk membuka dan menutup pintu yang ukurannya besar jika dilakukan secara manual maka akan memakan waktu dan tenaga yang banyak. Dalam hal ini akan dibuat alat yang dapat digunakan agar pintu dapat membuka dan menutup sendiri secara otomatis.

Penggunaan sensor Passive Infra Red (PIR) sebagai sensor dengan mikrokontroler ATMega 8535 sebagai pemroses dan motor dc sebagai penggerak dalam aplikasi sistem pintu otomatis, aplikasi ini mampu membuka dan menutup pintu secara otomatis.

Berdasarkan    masalah   tersebut   penulis   mengambil   sebuah   judul

“ RANCANGAN PEMBUATAN PINTU OTOMATIS SATU ARAH BERBASIS MIKROKONTROLER ATMega 8535 MENGGUNAKAN DOUBLE IR ”.


1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah dapat diperoleh rumusan masalah yaitu, adalah bagaimana cara membuat aplikasi pintu otomatis satu arah berbasis mikrokontroler ATMega 8535 menggunakan double IR.
1.3 Batasan Masalah

Sesuai dengan rumusan masalah tersebut, maka batasan masalah dalam

tugas akhir ini adalah :

1.       Prototipe pintu otomatis hanya berlaku untuk satu arah saja.

2.       Untuk membuka dan menutup pintu dapat dilakukan oleh satu orang atau beberapa orang secara bersamaan.

3.       Pintu dapat terbuka setelah sensor pertama aktif kemudian bisa tertutup kembali setelah sensor kedua aktif.


1.4.1 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah dapat membuat rancangan rangkaian pintu otomatis satu arah berbasis mikrokontroler ATMega 8535 menggunakan double IR.



BAB II

LANDASAN TEORI


2.1 Mikrokontroler ATMega 8535

Mikrokontroler AVR ( Alf and Vegard’s Risc processor ) memiliki arsitektur 8 bit, dimana semua instruksi dikemas dalam kode 16 bit ( 16-bits word ) dan sebagian besar instruksi dieksekusi dalam 1 ( satu ) siklus clock.

Mikrokontroler AVR berteknologi RISC ( Reduced Instruction Set Computing ). Secara umum, AVR dikelompokkan menjadi 4 kelas, yaitu keluarga ATtiny, keluarga AT90Sxx, keluarga ATMega dan keluarga AT86RFxx. ( Wardhana, 2006 )


2.1.2 Blok Diagram AVR ATMega 8535

Blok  diagram  fungsional  mikrokontroler  ATMega8535  ditunjukan  pada:







Gambar 2.1 Blok diagram fungsional ATMega8535

2.1.3 Fitur AVR ATMega 8535

Mikrokontroler AVR ATMega8535 memiliki fitur sebagai berikut:

1.      System mikroprosesor 8 bit berbasis RISC dengan kecepatan maksimal 16 MHz.

2.      Kapabilitas memori flash 8 KB, SRAM sebesar 512 byte dan EEPROM sebesar 512 byte.

3.      ADC internal dengan fidelitas 10 bit sebanyak 8 saluran.

4.      Portal komunikasi serial ( USART ) dengan kecepatan maksimal 2,5 Mbps.

5.      Enam pilihan mode sleep untuk menghemat penggunaan daya listrik.

2.1.4 Konfigurasi Pin AVR ATMega 8535

Konfigurasi pin dari mikrokontroler ATMega8535 sebanyak 40 pin dapat dilihat pada Gambar 2.2. Dari gambar tersebut dapat dijelaskan secara fungsional konfigurasi pin ATMega8535 sebagai berikut:

1.      VCC merupakan pin yang berfungsi sebagai pin masukan catu daya.

2.      GND merupakan pin ground.

3.      Port A ( PA0..PA7 ) merupakan pin I/O dua arah dan pin masukan ADC.

4.   Port B ( PB0..PB7 ) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus, yaitu Timer/Counter, komparator analog dan SPI.

5.    Port C ( PC0..PC7 ) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus, yaitu TWI, komparator analog dan Timer Oscilator.

6.    Port D ( PD0..PD7 ) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus, yaitu komparator analog, interupasi eksternal dan komunikasi serial.

7.      RESET merupakan pin yang digunakan untuk me-reset mikrokontroler.

8.      XTAL1 dan XTAL2 merupakan pin masukan clock eksternal

9.      AVCC merupakan pin masukan tegangan untuk ADC.

10.  AREF merupakan pin masukan tegangan refensi ADC





Gambar 2.4 Sensor PIR



Sensor PIR ( Passive Infra Red ) dapat mendeteksi sampai dengan jarak 5m. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 2.5.









Gambar 2.5 Arah dan Jarak deteksi sensor PIR


PIR sensor mempunyai dua elemen sensing yang terhubung dengan masukan. Jika ada sumber panas yang lewat di depan sensor tersebut, maka sensor akan mengaktifkan sel pertama dan sel kedua sehingga akan menghasilkan bentuk gelombang seperti ditunjukkan dalam Gambar 2.6.
Sinyal yang dihasilkan sensor PIR mempunyai frekuensi yang rendah yaitu antara 0,2 – 5 Hz.







Gambar 2.6 Arah Jangkauan Sensor PIR


2.3 Motor DC

Motor DC adalah suatu motor penggerak yang dikendalikan dengan arus searah ( DC ). Bagian motor DC yang paling penting adalah rotor dan stator, yang termasuk stator adalah badan motor, sikat-sikar dan inti kutub magnet. Bagian rotor adalah bagian yang berputar dari motor DC, yang termasuk rotor ialah lilitan jangkar, jangkar, komutator, tali, isolator, poros, bantalan dan kipas. ( Heryanto dan Adi, 2008 )


2.3.1   Driver motor DC

Driver   motor   digunakan   untuk   menggerakkan   motor   DC  menggunakan mikrokontroler. Arus yang mampu diterima atau yang dikeluarkan oleh mikrokontroler sangat kecil ( dalam satuan miliampere ) sehingga agar mikrokontroler dapat menggerakkan motor DC diperlukan suatu rangkaian driver motor yang mampu mengalirkan arus sampai dengan beberapa ampere.

Rangkaian driver motor DC dapat berupa rangkaian transistor, relay, atau IC ( Integrated Circuit ). Rangkaian driver yang umum digunakan adalah dengan IC L293D. IC L293D berisi 4 channel driver dengan kemampuan mengalirkan arus sebesar 600mA per channel. Tegangan kerja IC L293D dari 6 volt sampai dengan 36 volt dan arus impuls tak berulang maksimum sebesar 1,2 ampere. Konfigurasi pin IC L293D ditunjukkan pada Gambar 2.7. ( Wiyono, 2007 ).



 








Gambar 2.7 Konfigurasi pin IC L293D


2.4.1 Mendownload Program ke Mikrokontroler Dengan CV AVR

Persiapan pertama sebelum men-download adalah menghubungkan minimum sistem ATMega835 dengan PC melalui USB port atau serial port tergantung spesifikasi minimum sistemnya. Langkah berikutnya adalah membuat listing program yang akan di-download-kan nantinya dengan CVAVR.

. Langkah berikutnya setelah pengetikan listing program selesai adalah proses compile, yaitu proses pengecekan adanya error pada listing program yang telah dibuat, jika tidak terdapat error seperti pada Gambar 2.10 listing program dapat disimpan. Program tersebut akan disimpan dengan ekstensi “.c”, agar dapat di-download ke mikrokontroler maka ekstensi tersebut harus diubah dulu ke ekstensi “.hex”, yaitu dengan cara “make” atau dengan kombinasi tombol “Shift+f9”, maka akan tampak seperti pada Gambar 2.11






Gambar 2.10 Screenshoot Proses Compile






Gambar 2.11 Screenshoot Proses Make

mikrokontroler  ATMega8535  (  flash  programming  )  yaitu  dengan  cara menekan tombol “program the chip” pada window make tadi

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Perancangan Elektronik
Komponen elektronik dipasang sesuai dengan rangkaian yang digunakan. Kemudian rangkaian tersebut di uji coba dengan menggunakan multimeter, untuk mengetahui apakah rangkaian tersebut sudah terhubung dengan benar.

Diagram blok dari prototipe pintu otomatis satu arah ini adalah sebagai berikut :



Gambar 3.1 Gambar Diagram Blok

Dalam Gambar 3.1 adalah berisi prinsip kerja secara keseluruhan dari rangkaian elektronik yang dibuat. Sehingga keseluruhan blok dari alat dapat membentuk suatu sistem yang dapat bekerja atau difungsikan sesuai dengan perancangan.

3.2 Perancangan Mekanik
Perancangan mekanik ini diawali dengan pemilihan bahan alas dan rangka pada pintu yang akan digunakan. Bahan tersebut terbuat dari bahan akrilik dan alumunium yang akan dipotong sesuai dengan ukuran dan bentuk yang diinginkan. Kemudian bagian-bagian yang telah dibentuk dirangkai sesuai dengan desain yang telah dibuat.

3.3 Pemrograman
Sebelum masuk ke tahapan pemrograman, perlu diperhatikan tentang pembuatan flowchart terlebih dahulu. Berikut flowchart yang telah dibuat :




  Gambar 3.2 Gambar flowchart


Setelah flowchart dibuat, tahapan selanjutnya adalah menuliskan program. Adapun tahapannya adalah menuliskan program, meng – compile, dan men – download – kan ke dalam mikrokontroler ATMega 8535 dengan menggunakan software CodeVisionAVR C Compiler.

3.4 Rancangan Pengujian Rangkaian

1. Rangkaian Catu Daya

Rangkaian catu daya berfungsi untuk mengubah tegangan AC 220V menjadi tegangan DC. IC 7805 merupakan IC yag dirancang khusus sebagai regulator tegangan untuk meghasilkan tegangan keluaran 5 volt yang stabil.

Rangkaian diuji dengan menggunakan multimeter. Skala yang dipakai pada ukuran Voltage, dengan menghubungkan VCC rangkaian dengan kabel positif pada multimeter dan menghubungkan Ground rangkaian dengan kabel negatif pada multimeter.




Gambar 3.3 Rangkaian Catu Daya

2. Rangkaian Mikrokontroler

Pengujian mikrokonroler adalah pada PORTB dihubungkan dengan delapan LED pada kaki katoda. Kaki anoda LED dihubungkan dengan resistor 1 K kemudian dihubungkan ke VCC. Dengan memberi program sederhana yaitu menyalakan semua lampu.



Gambar 3.5 Gambar Rangkaian Motor DC
4. Sensor

Pengujian sensor ini yaitu kabel positif pada multimeter dihubungkan dengan ‘VOut’ pada sensor dan kabel negatif dihubungkan dengan Ground. Diuji jika ada suhu tubuh manusia dan terdeteksi oleh sensor maka jarum pada multimeter bergerak dan sebaliknya jika tidak ada suhu tubuh manusia yang terdeteksi oleh sensor maka jarum pada multimeter tidak bergerak


    


DAFTAR PUSTAKA

Averroes, Fitra Luthfie. 2009. Tugas Akhir: Rancang Bangun Robot Pemadam Api Berbasis Mikrokonroler ATMega8535. Diploma III Ilmu Komputer Universitas Sebelas Maret: Surakarta

Heryanto, Ary dan Wisnu, Adi. 2008. Pemrograman Bahasa C untuk Mikrokontroler ATMEGA8535. Yogyakarta: Andi Offset.

Wardhana, Lingga. 2006. Belajar Sendiri Mikrokontroler AVR Seri ATMega8535 Simulasi, Hardware, dan Aplikasi. Yogyakarta: Andi Offset.


http://eprints.uns.ac.id/361/1/162932708201009321.pdf.website.2013

 http://digilib.polsri.ac.id. website. Diakses tanggal 30 Desember 2013